√ Cara Mengatasi Masalah di Kelas - dem
Diberdayakan oleh Blogger.

Sabtu, 09 Januari 2021

Cara Mengatasi Masalah di Kelas

Bapak/Ibu Guru pasti pernah/sering menemukan masalah yang terjadi di kelas. Setiap permasalahan pasti ada jalan keluar, dan tentu bisa diatasi/diselesaikan. Asalkan Anda mau berusaha menanganinya tentunya masalah apapun bisa diatasi.


Untuk mengatasi masalah yang ditemukan tentunya ada trik/ metode/ cara yang bisa dilakukan. Tetap tenang karena di artikel ini saya akan berbagi tips tentang cara mengatasi masalah di kelas. Tips yang akan saya bahas di sini bersifat sistematis (dilakukan dengan melalui tahapan yang berurutan). Artinya Bapak/Ibu harus melakukan cara ini dengan mengikuti langkah-langkahnya secara berurutan dari awal hingga akhir, karena berbicara tentang penyelesaian masalah (kasus) tentunya harus melewati serangkaian metode ilmiah.

cara mengatasi masalah di kelas (menggunakan metode ilmiah)

Langkah-Langkah Mengatasi Masalah di Kelas

Berikut ini tahapan (langkah-langkah) yang bisa dilakukan sebagai cara untuk mengatasi masalah yang terjadi.

Mengidentifikasi masalah

Sama seperti seorang detektif yang ingin menyelesaikan kasus tertentu, guru harus melakukan identifikasi terhadap permasalahan yang ada.

Pada tahapan ini guru harus mencari dan mengumpulkan data-data (informasi) tentang masalah yang terjadi. Sebagai guru, Anda mungkin perlu membuat banyak rumusan berkaitan dengan pertanyaan "Apa."

Kita ambil sebuah contoh. Misalnya di kelas Anda menemukan seorang siswa yang selalu murung saat belajar. Peristiwa tersebut (murung) terjadi dalam waktu yang cukup lama. Tentu kejadian tersebut merupakan masalah. Jika dibiarkan artinya siswa tidak dapat menyimak pembelajaran dengan maksimal. Oleh sebab itu, masalah ini perlu diselesaikan. Untuk bisa menyelesaikannya kita perlu menggali informasi tentang apa penyebab siswa itu sudah lama murung saat belajar.

Menganalisis masalah

Pada tahapan ini, guru sudah mendapatkan informasi yang cukup dan menganalisis informasi yang diperoleh, baik melalui observasi langsung maupun dari narasumber (orang yang dimintai keterangan).

Jika dihubungkan dengan contoh permasalahan yang dijelaskan pada tahapan identifikasi (siswa yang sudah sejak lama selalu murung saat belajar), selanjutnya guru dapat menganalisis berbagai informasi dan menyimpulkan penyebab sebenarnya mengapa siswa itu murung ketika mengikuti pembelajaran.

Dalam tahapan analisis, guru lebih memperbanyak pertanyaan "Mengapa."

Sekilas mungkin tahapan analisis mirip dengan identifikasi namun sebenarnya berbeda. Perbedaan yang paling mendasar dari dua tahapan itu adalah terletak pada kedalaman menggali informasi yang diinginkan. Identifikasi lebih cenderung pada pengenalan masalah, sedangkan analisis lebih ke arah penemuan informasi yang sebenarnya sehingga berujung pada sebuah kesimpulan yang mendekati kebenaran.

Pada tahapan analisis masalah, guru tidak hanya mendapatkan informasi dari observasi dan sumber lain saja melainkan terjun langsung dalam menggali informasi pada target yang dituju. Tujuannya agar informasi yang diperoleh dari berbagai sumber bisa disimpulkan dengan benar.

Pada kasus (masalah) yang telah diumpamakan di atas, guru juga perlu menggali informasi langsung dari siswa yang murung itu, tetangga siswa, dan bahkan informasi dari orang tuanya.

Setelah informasi yang didapatkan sangat banyak. Selanjutnya guru harus menganalisisnya dengan melihat keterkaitan (hubungan) antara informasi yang satu dengan yang lainnya. Sehingga guru dapat menemukan titik terang dan menyimpulkan apa yang sebenarnya terjadi.

Memilih & menentukan alternatif-alternatif pemecahan masalah

Setelah guru menemukan penyebab masalah yang sebenarnya. Tahap selanjutnya adalah memilih dan menentukan solusi pemecahan masalah dengan menggunakan berbagai alternatif yang sesuai.

Melanjutkan dari contoh kasus sebelumnya (siswa yang murung). Pada tahapan ini guru bisa memilih dan menentukan alternatif pemecahan masalah yang sesuai dengan kondisi di lapangan untuk digunakan (diterapkan).

Terkait contoh kasus (masalah) di atas saja, bisa menggunakan metode pendekatan pada siswa dan orang tua dengan memberikan edukasi akan pentingnya semangat belajar, serta mencoba membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi siswa dengan metode lain yang efektif dan efisien. Terapkan satu persatu metodenya.

Menilai keampuhan dari alternatif pemecahan masalah yang digunakan

Pada tahapan ini, guru perlu mengontrol dan memastikan apakah metode yang dipilih untuk menyelesaikan masalah benar-benar berhasil? Jika metode pertama yang dilakukan belum bisa menunjukkan hasil atau perubahan yang signifikan sehingga kondisi menjadi lebih baik, maka lakukan alternatif lainnya hingga guru berhasil mengatasi masalah di kelas.

Kesimpulan

Untuk dapat mengatasi masalah yang terjadi di kelas, baik yang berasal dari siswa secara individu maupun permasalahan yang bersumber dari kondisi kelas secara menyeluruh, maka guru sebagai sosok yang berperan penting dalam pengelolaan kelas perlu melakukan beberapa tahapan untuk menyelesaikannya.

Tahapan itu terdiri dari identifikasi masalah, analisis, memilih dan menerapkan alternatif metode penyelesaian masalah, dan menilai serta mengevaluasi metode yang diterapkan sehingga menemukan cara ampuh untuk mengatasi permasalahan tersebut. Semoga tips yang saya uraikan ini bermanfaat.

Get notifications from this blog